Andalasinfo.com, PURWOKERTO-UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola kampus yang partisipatif dan transparan melalui kegiatan Public Hearing 2026 yang diselenggarakan Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Saizu.
Kegiatan yang mengusung tema Mimbar Akademik, Menyatukan Aspirasi, Membedah Transparansi tersebut berlangsung di Gedung Student Center (GSC) UIN Saizu Purwokerto, pada Selasa (2/6/2026). Public Hearing dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan universitas dan fakultas.
Hadir dalam kesempatan itu Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Prof. Suwito, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Prof. Sulkhan Chakim, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Prof. Sunhaji.
Selain itu, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) Nugraha Stiawan, serta para dekan dari seluruh fakultas di lingkungan UIN Saizu.
Kegiatan ini juga diikuti puluhan perwakilan organisasi kemahasiswaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) yang hadir untuk menyampaikan berbagai aspirasi, masukan, pertanyaan, maupun kritik konstruktif terkait penyelenggaraan pendidikan dan layanan kampus.
Ketua SEMA UIN Saizu Purwokerto, Fahmi Nuril, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Public Hearing menjadi forum dialog yang mempertemukan mahasiswa dengan pimpinan universitas dan fakultas dalam satu ruang yang terbuka.
Menurutnya, penyelenggaraan Public Hearing tahun ini menghadirkan seluruh pimpinan fakultas sebagai respons atas aspirasi mahasiswa yang menginginkan penjelasan lebih komprehensif terhadap berbagai isu yang berkembang di tingkat fakultas maupun universitas.
“Hari ini kita berdialog bersama. Public Hearing kali ini menggabungkan seluruh pejabat fakultas karena ada masukan dari teman-teman mahasiswa yang merasa belum puas memperoleh penjelasan pada forum-forum sebelumnya. Karena itu, kami berharap forum ini menjadi ruang untuk bertanya, menyampaikan masukan, dan memperoleh jawaban secara langsung,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan menyampaikan apresiasi kepada SEMA yang telah menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan kampus. Menurutnya, Public Hearing merupakan bagian penting dari budaya akademik yang sehat dan demokratis.
“Terima kasih dan apresiasi kepada SEMA yang telah menjembatani mahasiswa dengan pimpinan universitas. Acara ini menjadi ruang mimbar akademik untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membedah berbagai kebijakan yang telah maupun sedang dijalankan. Tujuan akhirnya adalah membangun UIN Saizu menjadi kampus yang unggul dan berdaya saing,” kata Prof. Ridwan.
Ia menegaskan bahwa pimpinan universitas dan mahasiswa memiliki komitmen yang sama dalam memajukan UIN Saizu. Karena itu, forum seperti Public Hearing menjadi sarana untuk berpikir bersama dalam merencanakan, mendesain, dan mengembangkan berbagai program strategis kampus ke depan.
“Kami yakin forum ini menjadi ruang untuk berpikir bersama bagaimana merencanakan, mendesain, mengembangkan, dan berikhtiar memajukan UIN Saizu. Dalam entitas perguruan tinggi terdapat dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Hari ini kita berkumpul bersama untuk mendengar satu sama lain,” ungkapnya.
Prof. Ridwan juga menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan dicatat dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan kampus. Menurutnya, mahasiswa merupakan pemangku kepentingan utama yang memahami secara langsung kebutuhan riil di lingkungan akademik.
“Kami akan banyak mendengar, mencatat, dan menindaklanjuti berbagai masukan dalam bentuk paket-paket kebijakan. Kami meyakini bahwa mahasiswa adalah stakeholder utama kampus yang paling memahami kebutuhan nyata yang dirasakan oleh mahasiswa,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan salah satu rencana pengembangan infrastruktur kampus, yakni pembangunan auditorium multifungsi yang diproyeksikan mulai direalisasikan pada tahun 2027. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung kegiatan akademik, seminar, pertemuan, hingga olahraga dalam ruangan.
Setelah sesi sambutan, forum dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi dari perwakilan mahasiswa berbagai fakultas. Beragam isu disampaikan, mulai dari layanan akademik, fasilitas pembelajaran, pengembangan organisasi kemahasiswaan, hingga berbagai kebijakan kampus yang menjadi perhatian mahasiswa.
Seluruh aspirasi, pertanyaan, dan keluhan yang disampaikan mahasiswa mendapat tanggapan langsung dari pimpinan universitas maupun pimpinan fakultas sesuai bidang dan kewenangan masing-masing. Suasana dialog berlangsung terbuka, konstruktif, dan penuh semangat kolaborasi untuk mewujudkan tata kelola kampus yang semakin baik.
Public Hearing 2026 menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan universitas dan fakultas. Melalui dialog yang terbuka dan konstruktif, berbagai masukan yang muncul dalam forum ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan serta peningkatan kualitas layanan akademik dan kemahasiswaan di UIN Saizu.
Forum ini juga memperkuat sinergi antara mahasiswa dan pimpinan dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kemajuan institusi. (NA)

Leave a Reply