Andalasinfo.com, SOLO — BYD Haka Auto memperkuat ekspansi bisnis kendaraan listrik di Jawa Tengah dengan membuka diler baru di Solo. Kota Bengawan dipilih karena dinilai memiliki prospek pasar yang besar, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi maupun tingginya potensi adopsi kendaraan listrik di wilayah Soloraya.
Central Area Operation General Manager BYD Haka Auto, Chitra Ortho Prayundityo, kepada Espos, Senin (29/6/2026) mengatakan Solo merupakan salah satu kota strategis di Jawa Tengah. Menurutnya, Solo tidak hanya memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik, tetapi juga masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mobilitas modern.
“Solo merupakan salah satu kota strategis di Jawa Tengah dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik serta karakter masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mobilitas modern,” ujar Chitra.
Ia menambahkan, posisi Solo yang didukung daerah penyangga seperti Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Klaten, hingga Sragen menjadi alasan lain perusahaan memilih membuka jaringan baru di kota tersebut.
“Solo memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di masa depan. Kehadiran BYD Haka Solo juga menjadi bagian dari komitmen kami untuk memperluas jaringan layanan dan menghadirkan akses yang lebih dekat kepada masyarakat Jawa Tengah,” katanya.
Menurut Chitra, pasar kendaraan listrik di Solo dan Soloraya menunjukkan tren yang semakin positif. Masyarakat mulai melihat kendaraan listrik bukan hanya sebagai teknologi baru, tetapi juga sebagai solusi mobilitas yang lebih efisien.
“Kami melihat potensi pasar kendaraan listrik di Solo dan Soloraya cukup menjanjikan. Kesadaran masyarakat terhadap efisiensi biaya operasional, teknologi kendaraan yang semakin maju, serta perhatian terhadap mobilitas yang lebih ramah lingkungan terus meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsumen kini juga semakin rasional dalam menghitung total biaya kepemilikan kendaraan. Menurutnya, efisiensi biaya operasional menjadi salah satu daya tarik utama kendaraan listrik.
“Kendaraan listrik menawarkan biaya operasional yang lebih efisien dibandingkan kendaraan konvensional, dan hal tersebut mulai menjadi pertimbangan utama masyarakat,” jelasnya.
Untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan, BYD Haka Solo menghadirkan berbagai fasilitas, mulai dari showroom, area konsultasi penjualan, bengkel servis, layanan purnajual, hingga ketersediaan suku cadang.
“Kami juga menghadirkan tim yang telah mendapatkan pelatihan khusus sehingga pelanggan dapat memperoleh informasi dan pendampingan yang optimal, baik saat memilih kendaraan maupun pada tahap kepemilikan kendaraan,” kata Chitra.
Ia menambahkan, pembukaan diler baru tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat layanan purnajual bagi pelanggan di Soloraya.
“Kami ingin memperluas penetrasi pasar kendaraan listrik di wilayah Soloraya. Sementara dari sisi layanan, kami ingin memastikan pelanggan dapat memperoleh akses yang mudah, cepat, dan nyaman terhadap layanan purnajual yang berkualitas,” ujarnya.
Bahkan, menurut Chitra, keberhasilan jaringan diler tidak hanya diukur dari banyaknya kendaraan yang terjual.
“Kami percaya keberhasilan sebuah jaringan diler bukan hanya diukur dari jumlah unit yang terjual, tetapi juga dari kepuasan pelanggan dalam jangka panjang,” katanya.
Dalam momentum grand opening, BYD Haka Solo juga menyiapkan berbagai program bagi calon konsumen, termasuk test drive, trade in, dan pilihan pembiayaan yang fleksibel.
“Melalui fasilitas test drive, masyarakat dapat merasakan langsung pengalaman berkendara kendaraan listrik BYD. Selain itu, tersedia juga program trade in dan pilihan pembiayaan yang fleksibel melalui berbagai mitra pembiayaan,” ujar Chitra.
Sejumlah model seperti BYD M6 DM, BYD Atto 1, BYD M6, dan BYD Sealion 7 disebut mendapat respons positif dari pasar karena menawarkan kombinasi teknologi, desain, fitur, efisiensi, dan kenyamanan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Di sisi lain, Chitra optimistis perkembangan infrastruktur kendaraan listrik di Solo dan Jawa Tengah akan terus meningkat.
“Kami melihat perkembangan infrastruktur kendaraan listrik di Solo dan Jawa Tengah menunjukkan tren yang semakin baik. Kami optimistis perkembangan infrastruktur akan terus berjalan seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik di masyarakat,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat yang masih ragu beralih ke kendaraan listrik untuk mencoba langsung pengalaman berkendara menggunakan mobil listrik.
“Perubahan menuju kendaraan listrik saat ini bukan lagi sekadar tren, tetapi bagian dari transformasi industri otomotif global. Melalui kehadiran BYD Haka Solo, kami ingin masyarakat dapat mengenal kendaraan listrik lebih dekat dan merasakan sendiri manfaat yang ditawarkan untuk mobilitas masa kini maupun masa depan,” tuturnya.

Leave a Reply