Andalasinfo.com, MAGETAN — Kelangkaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir membuat masyarakat Kabupaten Magetan beralih menggunakan minyak goreng curah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun usaha.
Di Pasar Sayur Magetan, MinyaKita kini nyaris tidak ditemukan di lapak pedagang. Kalaupun tersedia, harganya telah mencapai sekitar Rp22.000 per liter, naik dari sebelumnya sekitar Rp20.000 per liter.
Sebagai alternatif, pedagang lebih banyak menyediakan minyak goreng kemasan merek lain seperti Sunco dan Fortune. Namun, harga minyak goreng kemasan juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp25.000 per kemasan 800 mililiter, dari sebelumnya sekitar Rp23.000.
Salah seorang pedagang minyak goreng di Pasar Sayur Magetan, Ira Wulandari, mengatakan hampir seluruh pelanggannya kini beralih membeli minyak goreng curah karena MinyaKita sulit diperoleh.
Menurut Ira, kelangkaan MinyaKita sudah berlangsung cukup lama sehingga ia bahkan sudah tidak lagi menjual produk tersebut.
“MinyaKita sudah lama langka. Warga akhirnya pindah ke minyak curah. Harga MinyaKita saya sampai lupa karena sudah lama tidak jual. Kalau minyak curah sekarang Rp19.000 per kilogram,” ujarnya saat ditemui Espos, Senin (29/6/2026).
Meningkatnya permintaan minyak goreng curah terlihat di salah satu lapak penjual di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kepolorejo, Magetan. Sejak siang, pembeli terus berdatangan membawa jeriken maupun galon bekas air minum untuk membeli minyak goreng curah.
Salah seorang pedagang gorengan, Heru, mengaku kini sepenuhnya mengandalkan minyak goreng curah untuk menjalankan usahanya. Kelangkaan MinyaKita dan kenaikan harganya membuat minyak goreng bersubsidi itu tidak lagi menjadi pilihan.
Meski harga minyak goreng curah juga naik sekitar Rp1.000 menjadi Rp19.000 per kilogram, menurut Heru, minyak curah masih lebih mudah diperoleh dan lebih ekonomis dibandingkan minyak goreng kemasan.
“Minyak curah memang juga naik, tetapi sekarang kami tetap pakai curah karena MinyaKita langka. Harganya juga sudah mahal untuk pedagang gorengan,” katanya.
Para pedagang berharap pasokan MinyaKita kembali normal agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan minyak goreng dengan harga yang terjangkau, terutama bagi pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada kestabilan harga bahan baku.

Leave a Reply