Ubur-Ubur Muncul di Pantai Gunungkidul, Belasan Wisatawan Tersengat

Ubur-Ubur Muncul di Pantai Gunungkidul, Belasan Wisatawan Tersengat
Ubur-ubur di Palung Mariana (New Scientist)

Andalasinfo.com, GUNUNGKIDUL—Wisatawan yang berlibur ke kawasan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kembali munculnya ubur-ubur pada musim kemarau tahun ini. Fenomena yang terjadi hampir setiap tahun itu diperkirakan berlangsung hingga pertengahan September 2026.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono, mengatakan kemunculan ubur-ubur yang oleh warga setempat dikenal dengan sebutan inpes mulai terpantau sejak awal Juni di sejumlah pantai selatan Gunungkidul.

Hingga kini, sedikitnya 15 wisatawan dilaporkan tersengat ubur-ubur saat beraktivitas di kawasan pantai. Kasus tersebut terjadi di sejumlah destinasi wisata, seperti Pantai Sepanjang, Kukup, Sadranan, dan Sundak.

“Untuk lokasinya berada di Pantai Sepanjang, Kukup, Sadranan, hingga Sundak,” kata Marjono, Selasa (30/6/2026).

Menurut Marjono, kemunculan ubur-ubur merupakan fenomena musiman yang hampir selalu terjadi setiap musim kemarau, umumnya mulai Juni hingga pertengahan September.

Namun, jumlah ubur-ubur yang muncul sangat dipengaruhi kondisi cuaca, arus laut, dan arah angin sehingga tidak terjadi setiap hari. Dalam dua hari terakhir, misalnya, petugas tidak menemukan ubur-ubur maupun laporan wisatawan yang tersengat.

Sebelumnya, pada Minggu (28/6/2026), sebanyak sembilan wisatawan sempat mendapat penanganan setelah tersengat ubur-ubur saat bermain di pantai.

Waspadai Sengatan Ubur-Ubur

Satlinmas Rescue telah menyiapkan obat-obatan untuk penanganan awal di sejumlah pos penjagaan pantai. Marjono mengatakan ubur-ubur kerap menarik perhatian wisatawan karena bentuk dan warnanya yang unik sehingga banyak pengunjung, terutama anak-anak, mencoba mendekat atau menyentuhnya.

“Paling banyak yang menjadi korban merupakan anak-anak,” ujarnya.

Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto, menjelaskan sengatan ubur-ubur dapat menimbulkan rasa panas pada kulit, nyeri, gatal, hingga sesak napas pada kasus tertentu.

“Jika tersentuh jangan panik, kemudian bilas di area tersengat dengan air biasa atau air laut. Tujuannya agar tentakel dari ubur-ubur bisa terlepas dari kulit,” katanya.

Selain memberikan penanganan pertama kepada korban, petugas juga meningkatkan pengawasan di kawasan pantai. Wisatawan akan diingatkan apabila terlihat bermain di lokasi yang berpotensi membahayakan.

Satlinmas memastikan kesiapsiagaan personel tetap ditingkatkan selama musim libur untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut maupun sengatan ubur-ubur yang diperkirakan masih akan terjadi hingga pertengahan September.

Leave a Reply