Target 5.000 Pengunjung, Museum R Hamong Wardoyo Boyolali Tercapai 53%

Target 5.000 Pengunjung, Museum R Hamong Wardoyo Boyolali Tercapai 53%
Museum R Hamong Wardoyo Boyolali, Senin (20/7/2026). (Daerah/Ni’matul Faizah)

Andalasinfo.com, BOYOLALI — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali optimistis target 5.000 pengunjung Museum R Hamong Wardoyo pada 2026 dapat tercapai. Hingga semester I atau Januari-Juni 2026, museum tersebut telah menerima 2.687 pengunjung atau sekitar 53% dari target tahunan.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Boyolali, Sunardi, mengatakan jumlah pengunjung pada semester I tahun ini meningkat sekitar 20% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

“Pada 2025 di periode yang sama sebesar 2.085 pengunjung. Pada 2026 ini meningkat sekitar 20%, yaitu total 2.687 pengunjung,” kata Sunardi, Senin (20/7/2026).

Sunardi menjelaskan mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar sebanyak 1.901 orang. Selain itu, museum juga dikunjungi 535 masyarakat umum, 182 seniman, dan 60 mahasiswa.

Berdasarkan data Disdikbud Boyolali, jumlah kunjungan pada Januari mencapai 287 orang, Februari 175 orang, Maret 101 orang, April 496 orang, Mei 663 orang, dan Juni meningkat menjadi 965 orang.

“Capaian ini merupakan hasil strategi sosialisasi dan publikasi yang selama ini berjalan cukup baik,” ujarnya.

Petugas Edukasi Museum R Hamong Wardoyo, Farid Burhanudin, mengatakan museum tidak hanya menyimpan koleksi sejarah, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang kegiatan edukasi.

“Kami selain menyimpan koleksi dari zaman prasejarah, kolonial, dan kemerdekaan, juga memiliki perpustakaan, musala, ruang gamelan, hingga ruang diskusi dan berkegiatan,” kata Farid.

Ia menjelaskan koleksi unggulan museum antara lain tulang paha gajah purba (humerus stegodon) yang ditemukan di Kecamatan Andong, fragmen candi Hindu-Buddha, meriam peninggalan Pracimoharjo, hingga salinan naskah kuno di atas daun lontar beraksara Sanskerta dan Pegon.

Farid optimistis target 5.000 pengunjung dapat tercapai hingga akhir tahun. Menurutnya, program sosialisasi ke sekolah terbukti efektif meningkatkan kunjungan pelajar karena setiap rombongan juga mendapatkan pendampingan edukasi dari petugas museum.

“Tren kunjungan ke museum belakangan ini terus meningkat. Harapannya target hingga akhir tahun bisa tercapai,” katanya.

Museum R Hamong Wardoyo buka setiap Selasa hingga Minggu pukul 08.00 WIB-16.00 WIB dan dapat dikunjungi masyarakat secara gratis.

Sementara itu, pegiat sejarah Boyolali, Ody Dasa Fitranto, mengatakan museum yang dibangun pada 2015 tersebut menempati bekas Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Boyolali serta dinamai untuk mengenang Bupati Boyolali ke-10, R Hamong Wardoyo.

Menurut Ody, lokasi museum sangat strategis karena berada di tepi Jalan Solo-Semarang sehingga mudah terlihat dari jalur lingkar utara maupun selatan. Bangunan museum berbentuk piramida dua lantai dengan atap kaca tembus pandang yang terinspirasi dari Museum Louvre di Paris.

“Inspirasi visualnya dari Museum Louvre di Paris. Di Louvre sendiri, museum dijadikan tempat penemuan, pembelajaran, dan dialog bagi semua orang,” ujar Ody.

Ia menambahkan, Museum R Hamong Wardoyo berperan sebagai ruang pelestarian memori kolektif sekaligus media pembelajaran sejarah.

Koleksinya mencakup berbagai periode, mulai dari fosil gajah purba dan kapak batu pada masa prasejarah, peninggalan Hindu-Buddha seperti lingga, yoni, dan bangunan suci, koleksi era kerajaan Islam berupa teralis masjid dan meriam Pesanggrahan Pracimoharjo, hingga koleksi masa kolonial dan kemerdekaan seperti koin, guci, foto para bupati Boyolali, serta dokumentasi letusan Gunung Merapi 2010.
 

Leave a Reply