Curiga Gundukan Tanah saat Cari Rumput, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur

Curiga Gundukan Tanah saat Cari Rumput, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur
Petugas melakukan pemeriksaan penemuan jasad bayi yang terkubur di Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng). (Istimewa)

Andalasinfo.com, SEMARANG — Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan jasad bayi perempuan yang terkubur di sebuah kebun, Kamis (3/9/2026) sore.

Saat ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB, jasad bayi tersebut dalam posisi tertelungkup dan tubuhnya tertutup kain daster. Peristiwa itu bermula ketika seorang warga bernama Gendro sedang mencari rumput untuk pakan ternaknya di sebuah kebun. Di lokasi, dia melihat gundukan tanah yang tampak berbeda dan masih baru.

Karena curiga, Gendro kemudian menggali gundukan tersebut. Dia sontak terkejut setelah mendapati sesosok bayi di dalam tanah.

Gendro selanjutnya memberitahukan penemuan itu kepada ketua RT setempat. Informasi tersebut diteruskan kepada Kepala Desa Duren sebelum akhirnya dilaporkan kepada polisi melalui Bhabinkamtibmas Desa Duren, Bripka Dhenis Agus.

Petugas piket Unit Reskrim Polsek Bandungan bersama personel kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Polisi langsung menerjunkan Unit Inafis Polres Semarang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan sejumlah petunjuk.

“Benar, telah ditemukan seorang bayi perempuan dalam kondisi terkubur di wilayah Desa Duren, Kecamatan Bandungan. Saat ini kami telah menerjunkan Unit Inafis Polres Semarang untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti guna mengungkap kejadian tersebut,” ungkap Kapolres, Jumat (4/9/2026).

Sementara itu, Kapolsek Bandungan Iptu Subedi mengatakan petugas langsung mengamankan lokasi setelah menerima laporan. Garis polisi dipasang untuk mencegah lokasi terganggu serta menjaga barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.

“Setelah menerima informasi, anggota langsung mendatangi lokasi. Di tempat kejadian ditemukan bayi yang terkubur di dalam tanah. Selanjutnya lokasi langsung kami amankan dan dipasang police line untuk kepentingan penyelidikan,” jelas Iptu Subedi.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kata Kapolsek, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan. Panjang tubuhnya sekitar 49 sentimeter dengan berat kurang lebih 3,4 kilogram.

Polisi memperkirakan bayi tersebut baru dilahirkan sekitar satu hari sebelum ditemukan warga. Meski demikian, kepastian waktu kelahiran maupun kondisi bayi masih menunggu hasil pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

Subedi menegaskan polisi masih mengumpulkan berbagai informasi dan petunjuk untuk mengungkap kasus tersebut, termasuk mencari tahu pihak yang bertanggung jawab.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan seluruh informasi serta petunjuk yang ada. Kami akan mendalami kejadian ini secara serius untuk mengetahui kronologi secara lengkap dan mengungkap siapa yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan kejadian itu agar segera melapor kepada kepolisian. Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu mengungkap siapa yang tega mengubur bayi tersebut serta bagaimana bayi itu bisa berada di lokasi.

Leave a Reply