Andalasinfo.com, BOYOLALI – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bakal melaksanakan revitalisasi Museum R Hamong Wardoyo Boyolali hingga memberikan dukungan untuk ajang Merbabu Art Festival.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, usai menghadiri acara Keroncong Svaranusa 2026 di Alun-alun Kidul Boyolali, Sabtu (5/9/2026) malam.
“Pada tahun ini, museum Boyolali mendapatkan juga mendapatkan revitalisasi dari kami. Kami dari pusat juga semoga dapat memperkuat pemajuan kemajuan kebudayaan di Boyolali,” kata dia.
Ia mengatakan soal detail anggaran, hal tersebut masih dalam proses, seperti tata pamer hingga fisik. Walaupun begitu, ia memastikan revitalisasi akan dilaksanakan.
Ia juga melihat potensi tarian di Boyolali, salah satunya topeng ireng. Geliat kesenian Boyolali juga terlihat dari Merbabu Art Festival.
“InsyaAllah tahun depan akan kami perkuat biar seperti Bromo Jazz dan sebagainya. Sehingga bisa menjadi agenda tetap, wisata tetap, menjadi ikon Boyolali. InsyaAllah kalau ada usulan apa-apa, pemerintah pusat yang penting semangat ketika semangat Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk komitmen dan konsen, kami akan mendukung secara maksimal,” kata dia.
Sementara itu, Bupati Boyolali, Agus Irawan, mengatakan pengajuannya untuk revitalisasi Museum R Hamong Wardoyo dalam proses.
“Tentu kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian [Kebudayaan], pengajuan, persyaratannya, tahapan-tahapannya dilalui. Semoga nanti benar bisa terealisasi pada 2026 atau 2027, sehingga di museum kita lebih baik lagi dan menjadi pusat pembelajaran anak-anak muda yang suka dengan kesenian,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali optimistis target 5.000 pengunjung Museum R Hamong Wardoyo pada 2026 dapat tercapai. Hingga semester I atau Januari-Juni 2026, museum tersebut telah menerima 2.687 pengunjung atau sekitar 53% dari target tahunan.
Jumlah Pengunjung Meningkat
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Boyolali, Sunardi, mengatakan jumlah pengunjung pada semester I tahun ini meningkat sekitar 20% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
“Pada 2025 di periode yang sama sebesar 2.085 pengunjung. Pada 2026 ini meningkat sekitar 20%, yaitu total 2.687 pengunjung,” kata Sunardi, Senin (20/7/2026).
Sunardi menjelaskan mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar sebanyak 1.901 orang. Selain itu, museum juga dikunjungi 535 masyarakat umum, 182 seniman, dan 60 mahasiswa.
Berdasarkan data Disdikbud Boyolali, jumlah kunjungan pada Januari mencapai 287 orang, Februari 175 orang, Maret 101 orang, April 496 orang, Mei 663 orang, dan Juni meningkat menjadi 965 orang.
“Capaian ini merupakan hasil strategi sosialisasi dan publikasi yang selama ini berjalan cukup baik,” ujarnya.
Petugas Edukasi Museum R Hamong Wardoyo, Farid Burhanudin, mengatakan museum tidak hanya menyimpan koleksi sejarah, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang kegiatan edukasi.
“Kami selain menyimpan koleksi dari zaman prasejarah, kolonial, dan kemerdekaan, juga memiliki perpustakaan, musala, ruang gamelan, hingga ruang diskusi dan berkegiatan,” kata Farid.
Ia menjelaskan koleksi unggulan museum antara lain tulang paha gajah purba (humerus stegodon) yang ditemukan di Kecamatan Andong, fragmen candi Hindu-Buddha, meriam peninggalan Pracimoharjo, hingga salinan naskah kuno di atas daun lontar beraksara Sansekerta dan Pegon.
Farid optimistis target 5.000 pengunjung dapat tercapai hingga akhir tahun. Menurutnya, program sosialisasi ke sekolah terbukti efektif meningkatkan kunjungan pelajar karena setiap rombongan juga mendapatkan pendampingan edukasi dari petugas museum.
“Tren kunjungan ke museum belakangan ini terus meningkat. Harapannya target hingga akhir tahun bisa tercapai,” katanya.
(Ni’matul Faizah)

Leave a Reply