Andalasinfo.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggelar salat istisqa untuk memohon hujan serta keberkahan dari Tuhan di halaman Balai Kota Solo, Senin (7/9/2026) siang. Kegiatan doa tersebut diikuti berbagai lapisan masyarakat.
Tampak hadir Wali Kota Solo Respati Ardi, Sekda Solo Budi Murtono, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solo Venessa Winastesia, aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, komunitas, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat.
Salat istisqa berlangsung pukul 12.30 WIB. Pada waktu tersebut, matahari tidak berada tepat di atas kepala. Salat dimulai tanpa azan. Sebanyak tujuh takbir dilakukan pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua.
Kondisi cuaca terik pada siang itu. Namun, keadaan tersebut tidak mengurangi kekhusyukan umat muslim yang melaksanakan salat di halaman Balai Kota Solo. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo KH Imam Sahudi bertugas sebagai imam dan khatib.
Dalam khotbahnya, ia menyampaikan materi mengenai situasi Indonesia yang menghadapi berbagai bencana, mulai dari kebakaran, kekeringan, hingga erupsi gunung berapi. Ia mengajak jemaah menjadikan salat istisqa sebagai upaya memperbaiki diri sekaligus memohon pertolongan agar diberikan hujan.
“Jika masih ada kesalahan kepada sesama, mari kita saling memaafkan. Jika masih ada hak orang lain yang belum kita tunaikan, mari kita tunaikan. Mari kita memperbanyak. Astagfirullahaladzim,” ujar dia.
Menurut dia, salat istisqa pernah dilakukan Nabi Muhammad untuk memohon hujan kepada Tuhan dengan menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan. Nabi Muhammad meminta Tuhan agar diberikan hujan.
Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan salat tersebut merupakan wujud tawakal sekaligus keprihatinan terhadap bencana yang terjadi di Solo maupun berbagai daerah lainnya.
“Kami menginisiasi untuk berdoa bersama untuk kebaikan kita. Untuk ikhtiar sudah kami kerjakan. Kami dalam bentuk tawakal menyerahkan diri kepada Sang Maha Pencipta,” kata dia kepada wartawan setelah salat.
Ia mengajak masyarakat untuk berdoa bagi bangsa Indonesia agar kondisinya menjadi lebih baik. Menurut dia, ajakan tersebut bukan merupakan paksaan, melainkan disesuaikan dengan kepercayaan masing-masing.
“Hari ini kami perhatian di kabupaten-kabupaten sekitar yang airnya sangat kurang. Jika nanti bencana di TPA Putri Cempo ini selesai, saya berkomitmen juga akan membantu kabupaten sekitar. Kami juga telah dibantu dalam memadamkan api TPA Putri Cempo,” ungkap dia.

Leave a Reply