Jepang Luncurkan Roket H3 untuk Ambil Sampel Phobos, Bulan Mars

Jepang Luncurkan Roket H3 untuk Ambil Sampel Phobos, Bulan Mars
Antara/Xinhua

Andalasinfo.com, TOKYO — Jepang memulai misi ambisius untuk mengungkap asal-usul dua bulan Mars melalui pengambilan sampel material dari permukaan Phobos. Misi yang berlangsung selama sekitar lima tahun itu menggunakan roket H3 untuk mengirim wahana antariksa tanpa awak menuju sistem Mars.

Dilansir dari Xinhua, Selasa (20/10/2026), Badan Eksplorasi Kedirgantaraan Jepang (JAXA) meluncurkan wahana Martian Moons eXploration (MMX) menggunakan roket H3 nomor 10 pada pukul 04.41 waktu setempat dari Pusat Antariksa Tanegashima, Jepang barat daya.

Sekitar 71 menit setelah lepas landas, roket tersebut melepaskan wahana MMX untuk memulai perjalanan menuju Mars. Wahana ini dirancang untuk menjelajahi Phobos dan Deimos, dua bulan yang mengorbit planet merah tersebut.

Misi MMX menjadi salah satu upaya Jepang untuk mempelajari lebih jauh asal-usul bulan-bulan Mars. Dengan membawa pulang material dari permukaan Phobos, para peneliti berharap memperoleh petunjuk baru mengenai pembentukan kedua bulan tersebut dan evolusi sistem Mars.

Wahana MMX Akan Ambil Sampel dari Phobos

Phobos menjadi sasaran utama misi ini karena merupakan bulan Mars yang lebih besar dan memiliki orbit lebih dekat ke planet tersebut dibandingkan Deimos.

Menurut JAXA, wahana MMX direncanakan mendarat di permukaan Phobos untuk mengumpulkan sedikitnya 10 gram material. Sampel itu kemudian akan dibawa kembali ke Bumi agar dapat dianalisis lebih lanjut oleh para ilmuwan.

Wahana tersebut diperkirakan tiba di sistem Mars pada 2027. Setelah mencapai wilayah itu, MMX akan melakukan pengamatan terperinci terhadap Phobos, termasuk melalui orbit kuasi-satelit, serta mengamati Deimos selama misi berlangsung.

Untuk mendukung eksplorasi permukaan, misi ini juga mencakup penempatan rover kecil bernama Idefix. Kendaraan penjelajah tersebut dirancang untuk mempelajari permukaan Phobos sekaligus membantu menunjang operasi pendaratan dan pengambilan sampel.

JAXA menargetkan material yang dikumpulkan dari Phobos dapat tiba kembali di Bumi pada 2031. Jika berhasil, sampel tersebut dapat memberikan data penting untuk menguji berbagai teori mengenai asal-usul bulan-bulan Mars.

Salah satu pertanyaan yang ingin dijawab para ilmuwan adalah bagaimana Phobos dan Deimos terbentuk. Penelitian terhadap material kedua bulan tersebut diharapkan dapat membantu menjelaskan sejarah awal Mars dan perkembangan sistem benda langit di sekitarnya.

Melalui misi MMX, Jepang berupaya memperluas pemahaman manusia tentang lingkungan Mars. Keberhasilan pengambilan dan pengembalian sampel nantinya akan menjadi tahap penting dalam eksplorasi antariksa, terutama untuk mempelajari benda langit yang belum banyak diteliti secara langsung.

Leave a Reply