Andalasinfo.com, WONOGIRI — Sebuah rumah milik warga di Dusun Masaran RT 002/RW 002, Desa Sempukerep, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, terbakar pada Rabu (21/10/2026) malam. Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian menyambar tumpukan kayu bekas renovasi rumah.
Koordinator Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Wonogiri, Sriyanto Kembo, mengonfirmasi kejadian tersebut. Dia mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga mengenai kebakaran itu pada Rabu malam.
Setelah menerima laporan, petugas Damkar Wonogiri langsung menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit kendaraan pemadam kebakaran. Sebanyak enam personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.
“Begitu mendapat laporan dari warga, tim langsung berangkat ke lokasi dengan dua unit kendaraan. Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan,” kata Sriyanto kepada Espos, Kamis (22/10/2026).
Berdasarkan laporan kejadian yang diterima Damkar, kebakaran diketahui setelah tetangga pemilik rumah mendengar suara seperti benda terbakar. Tetangga tersebut kemudian keluar rumah untuk memeriksa sumber suara.
Saat diperiksa, bagian belakang rumah milik W sudah dilalap api.
“Mengetahui kondisi tersebut, tetangga korban sempat meminta bantuan kepada warga sekitar dan kemudian membuat laporan ke kami,” tambahnya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pengecekan sebelum memulai pemadaman. Petugas Damkar tidak bekerja sendiri dalam menangani kebakaran tersebut. Proses pemadaman juga mendapat bantuan dari tim reaksi cepat (TRC) Sidoharjo, personel Koramil, serta warga sekitar.
Penanganan kebakaran berlangsung mulai sekitar pukul 19.40 WIB hingga tengah malam. Proses pemadaman dan pendinginan selesai sekitar pukul 00.00 WIB.
“Petugas melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Setelah kobaran api padam, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala dan berpotensi menyebabkan kebakaran kembali,” jelasnya.
Api Merambat
Lebih lanjut, Sriyanto menjelaskan api diduga berasal dari pembakaran sampah yang tidak diawasi. Api tersebut kemudian merambat dan menyambar tumpukan kayu bekas renovasi rumah yang berada di sekitar lokasi.
Material kayu yang mudah terbakar membuat api membesar sehingga warga membutuhkan bantuan petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikan kobaran api.
“Dari keterangan yang kami terima, api awalnya diduga berasal dari pembakaran sampah. Api kemudian menyambar tumpukan kayu bekas sisa renovasi rumah,” kata dia.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara itu, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp60 juta. Kerugian tersebut meliputi kerusakan pada bagian atap rumah serta sejumlah perabotan rumah tangga yang berada di dalam rumah.
Atas kejadian tersebut, Sriyanto mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membakar sampah, terutama jika di sekitar lokasi terdapat material yang mudah terbakar, seperti kayu, daun kering, maupun sisa material bangunan.
Pembakaran sampah yang tidak diawasi dapat menyebabkan api merambat ke bangunan atau material lain. Masyarakat juga diminta memastikan api benar-benar padam setelah aktivitas pembakaran selesai.
“Kalau memang membakar sampah, harus diawasi dan dipastikan tidak ada material mudah terbakar di sekitarnya. Setelah selesai, api juga harus benar-benar dipastikan padam,” pungkasnya.

Leave a Reply