Andalasinfo.com, SOLO — Komando Resor Militer (Korem) 074/Warastratama Surakarta meresmikan penggunaan panel surya sebagai sumber energi listrik terbarukan guna mendukung keberlanjutan lingkungan dan efisiensi anggaran.
Penggunaan listrik bertenaga surya untuk operasional perkantoran ini diklaim yang pertama dalam jajaran Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro Jawa Tengah. Peresmian digelar di Makorem setempat pada Rabu (15/4/2026).
Dalam peresmian tersebut, Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama, Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira, menyampaikan pemasangan panel surya dilakukan secara bertahap mengingat sistem kelistrikan di markas tersebut menggunakan meteran terpisah untuk setiap gedung.
Saat ini, telah terpasang di dua bangunan kantor di Makorem Surakarta dengan kapasitas sekitar 6.000 watt-hour yang terbagi dalam 12 panel pada satu titik.
”Kalau di Korem yang kami pasang baru dua [bangunan]. Karena setiap bangunan kantor di sini itu satu bangunan satu meteran. Jadi tiap bangunan harus dipasang masing-masing,” kata Kolonel Inf Yudistira saat ditemui awak media di sela-sela peresmian di Makorem Surakarta, Rabu (15/4/2026).
Pemasangan bertahap, lanjut dia, akan disesuaikan dengan gedung-gedung yang ada berdasarkan kebutuhan harian. Adapun tujuan dari peralihan energi ini adalah efisiensi anggaran operasional. Danrem menyebutkan ketergantungan pada sumber energi konvensional seperti batu bara (PLTU) atau solar (PLTD) dapat dikurangi.
Diperluas ke Kodim
Berdasarkan perhitungan awal, penggunaan panel surya ini mampu menghemat biaya listrik mulai dari 30 persen hingga 70 persen. ”Harapan kami ini bisa efisiensi anggaran. Misalnya selama ini banyak menggunakan listrik PLN, dengan adanya panel surya ini bisa menekan biaya. Anggaran yang dihemat bisa dialihkan untuk hal yang lebih bermanfaat,” kata Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira.
Ia memberikan ilustrasi nyata terkait penghematan tersebut. Untuk satu bangunan kantor yang biasanya menghabiskan biaya listrik sekitar Rp3 juta per bulan, dengan bantuan panel surya, biaya tersebut dapat ditekan hingga tersisa Rp1 juta sampai Rp2 juta saja. ”Ini baru satu kantor. Bayangkan kalau diterapkan di banyak kantor pemerintah, tentu efisiensinya sangat besar,” tambahnya.
Sepanjang tahun ini, ditargetkan akan ada empat bangunan yang dipasangi panel surya di lingkungan markas induk. Lebih jauh lagi, pengalihan tenaga listrik ini juga akan diterapkan di seluruh Kodim di bawah Korem Warastratama.
Danrem mengaku telah memberikan instruksi kepada para Komandan Kodim (Dandim) di wilayah Soloraya untuk mulai mengkaji dan melakukan langkah serupa di kantor masing-masing. ”Setelah ini akan didorong juga ke jajaran Kodim agar pemasangan bisa lebih cepat dan merata. Kami ingin ini menjadi gerakan kolektif di wilayah Soloraya untuk mendukung kemandirian energi,” jelasnya.

Leave a Reply