Andalasinfo.com, SOLO — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Juli 2026 mengalami penurunan menjadi 49,20%.
Kepala BPS Kota Solo Ratna Setyowati menjelaskan penurunan okupansi perhotelan tersebut dipengaruhi tidak adanya libur panjang pada periode tersebut.
“Bulan Juli tidak terdapat liburan yang mungkin ada long weekend ataupun memang sudah masuk masa setelah libur tahun ajaran baru selesai. Artinya, ini memberikan satu gambaran ternyata mobilitas atau perjalanan wisatawan untuk memanfaatkan fasilitas penginapan semakin menurun,” kata Ratna melalui rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Solo, belum lama ini.
Capaian TPK hotel bintang sebesar 49,20% tersebut merosot 5,82 poin dibandingkan capaian pada Juni 2026 yang mencapai 55,02%. Sementara jika dibandingkan secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan Juli 2025, angka tersebut juga turun 2,96 poin.
Ratna mengatakan kondisi serupa dialami pengelola hotel nonbintang. BPS mencatat TPK hotel nonbintang pada Juli 2026 hanya mencapai 24,97%. Angka tersebut merosot 1,08 poin dari capaian bulan sebelumnya dan anjlok 3,07 poin jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Meski tren umum menunjukkan kelesuan, Ratna mengatakan hotel bintang 4 dan bintang 5 masih mencatat tingkat okupansi cukup tinggi, yakni mencapai 54,64%. Dari sisi durasi atau Rata-rata Lama Menginap (RLM), hotel bintang 4 ke atas juga mencatat daya tahan yang stabil. Durasi tamu menginap secara total tetap bertahan di angka 1,52 hari.
Di sisi lain, hotel bintang 1 mengalami sedikit kenaikan durasi menginap dari 1,09 hari menjadi 1,12 hari. Namun, secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu di hotel nonbintang ikut susut dari 1,08 hari menjadi 1,06 hari.
Selain itu, Ratna menyoroti durasi menginap wisatawan mancanegara. Meskipun rata-rata lama menginap turis asing terlama masih didominasi hotel bintang 2 selama 2,30 hari, durasi menginap mereka di hotel bintang 3 justru mencatat lonjakan.
“Biasanya yang banyak dimanfaatkan oleh wisatawan asing itu hotel bintang 2. Tetapi kita lihat ada fenomena di bulan Juli ini, hotel bintang 3 memberikan andil terhadap rata-rata lama menginap wisatawan asing yang jauh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya,” katanya.
Tercatat, rata-rata lama menginap turis asing di hotel bintang 3 naik cukup tajam dari 1,47 hari pada Juni menjadi 1,79 hari pada Juli 2026.
Ia berharap hasil rilis BPS tersebut bisa menjadi catatan bagi pelaku industri pariwisata di Solo untuk mengoptimalkan ceruk pasar mancanegara di klasifikasi bintang menengah ketika permintaan domestik sedang lesu.

Leave a Reply